Entri Populer

Sabtu, 21 Agustus 2010

laporan on the job training at PT. Merpati Nusantara Airlines Manado

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Menghadapi tantangan di era globalisasi yang penuh dengan persaingan, tenaga kerja yang terlatih dan siap kerja serta memiliki daya saing sangatlah dibutuhkan. Menjawab tantangan tersebut, diharapkan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pada perguruan tinggi dapat memperoleh pengetahuan ganda yakni pengetahuan di lembaga pendidikan yang mengarah ke pembekalan ilmu dan pengetahuan di dunia usaha karena yang diarahkan pada aplikasi teori ataupun pengetahuan, sehingga nantinya lebih siap memasuki dunia kerja ataupun lebih siap melaksanakan berbagai tanggungjawab di industri/instansi,
Perlu diupayakan mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas (secara teori) dan praktek atau laboratorium pada lembaga pendidikan tetapi praktek langsung/belajar ataupun sebaliknya, sehingga perlu diterapkan sebuah metode agar terjadi kerjasama antara lembaga pendidikan dan dunia usaha agar mahasiswa dapat " belajar sambil kerja, atau kerja sambil belajar".
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado, sebagai institusi pendidikan yang mempunyai komitmen menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, terampil serta profesional, mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendidik dan membina para mahasiswa untuk mencapai tujuan dimaksud. Salah satu program yang didisain oleh STIEPAR Manado untuk mewujudkan ataupun mengejawantahkan berbagai tujuan dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia adalah program On The Job Training (OJT) ataupun On the Job Program sehingga lulusan dari STIEPAR Manado menjadi sarjana yang berkualitas dan professional siap besaing dan berkiprah dunia usaha serta mampu menjawab tantangan masa depan.

1.2    Maksud dan Tujuan Pelaksanaan program.
1.    Memberikan pengenalan awal bagi mahasiswa akan iklim kerja serta pengalaman belajar dan latihan sebagai karyawan / staf trainnee pada industri/instansi.
2.    Memenuhi aturan akademik STIEPAR Manado untuk memperoleh pengakuan terhadap aktifitas pekerjaan sebagai nilai konversi yang equivalent dengan program OJT bagi mahasiswa yang sudah bekerja.
3.    Mempraktekan, menerapkan serta memperdalam pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi pada dunia kerja sesuai dengan jurusan atau keahlian dasar yang dimiliki oleh mahasiswa.
4.    Menerapkan dan memantapkan sistem "Link and Match" antara kurilulum pada institusi pendidikan dan kebutuhan dunia usaha.
5.    Mengamati permasalahan secara umum yang terjadi di dunia usaha yang kemudian dapat dijadikan bahan penelitian ilmiah untuk dapat memberikan manfaat bagi pihak industri /instansi.
6.    Melatih mahasiswa menjadi mandiri, disiplin, penuh dengan tanggung jawab serta attitude yang baik dalam melaksanakan pekerjaan.
7.    Membagun jaringan kemitraan antara Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado dengan industri/instansi.
8.    Menciptakan kebersamaaan antara institusi pendidikan dan dunia usaha / instansi kerja untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang handal.
9.    Mempersiapkan lulusan yang profesional, berkualitas dan memiliki daya saing untuk berkiprah dalam dunia kerja.

1.3    Teknis Pelaksanaan.
1.    Peserta  adalah mahasiswa semester IV STIEPAR Manado dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
2.    Peserta wajib mengikuti kuliah pembekalan (coaching) yang meliputi materi pengetahuan dan ketrampilan tentang industry, Courtesy and excellent services, general service and motivation, outbound dan penyusunan laporan serta pra inhouse training, dan inhouse training yang dilaksanakan di kampus STIEPAR Manado.
3.    Program dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan yaitu 1 Februari 2010 sampai 30 April 2010.
4.    Pada pelaksanaannya diupayakan sistem rolling dari satu departemen ke departemen yang lain sesuai kebutuhan guna mendapatkan wawasan dan pengetahuan serta keahlian pada berbagai bidang.
5.    Peserta wajib mengukuti peraturan yang berlaku pada industi/instansi serta peraturan yang berlaku di STIEPAR Manado.
6.    Pihak industri/instansi akan memberikan evaluasi dan penilaian terhadap hasil pencapaian peserta dalam formulir evaluasi yang berasal dari STIEPAR maupun format dari industri/instansi yang berlaku.
7.    Peserta yang dinyatakan lulus/berhasil berdasarkan penilaian industri/instansi diberikan sertifikat dan atau surat keterangan dan atau letter of references.
8.    Pihak STIEPAR Manado menunjuk dosen/mentor/koordinator  untuk melaksanakan dan memantau pelaksanaan program.
9.    Peserta wajib membuat laporan akhir selanjutnya diseminarkan secara terbuka di kampus STIEPAR Manado.
Tanggung jawab pendidikan anak bangsa tidak semata - mata menjadi tanggung jawab institusi pendidikan akan tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, yaitu keluarga, pemerintah dan dunia usaha sehingga dituntut kepedulian kita bersama demi masa depan anak bangsa dan Indonesia tercinta.
Demikian penjelasan mengenai program ini, kiranya dapat didukung oleh berbagai pihak selanjutnya saran/masukan  dalam rangka pelaksanaan program ini sangat diharapkan.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Pariwisata
    Pariwisata adalah kepergian orang-orang sementara dalam jangka waktu pendek ke tempat-tempat tujuan di luar tempat tinggal dan pekerjaan  sehari-harinya serta kegiatan-kegiatan mereka selama berada di tempat-tempat tujuan tersebut.  Menurut J. Christopher Holloway, wisatawan adalah seseorang yang mengadakan perjalanan untuk melihat sesuatu yang lain.  Sedangkan istilah pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang komponen-komponennya terdiri dari :
Pari            : penuh, lengkap, berkeliling
Wis (man)    : rumah, property, kampung, komunitas
Ata            : pergi terus-menerus, mengembara
    Bila dirangkaikan menjadi satu suku  kata  melahirkan istilah pariwisata, yang berarti: pergi secara lengkap meninggalkan rumah (kampung) berkeliling terus-menerus.  Pariwisata sebagai pengganti istilah tourism atau  travel memiliki arti      mereka yang meninggalkan rumah untuk mengadakan perjalanan tanpa                      mencari nafkah di tempat-tempat yang dikunjungi sambil menikmati kunjungan mereka (Pendit, 2006).
    Guyer-Freuler menjelaskan pariwisata dalam arti modern adalah merupakan gejala zaman yang didasarkan atas kebutuhan  akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuh terhadap keindahan alam, kesenangan dan kenikmatan alam semesta, dan pada khususnya disebabkan oleh bertumbuhnya pergaulan  berbagai  bangsa dan kelas dalam  masyarakat sebagai  hasil perkembangan perniagaan, industri dan   perdagangan serta    penyempurnaan alat-alat pengangkutan (Samsunidjal D dkk, 1997).
  
2.2    Transportasi
    Transportasi  adalah  sarana  untuk  mempercepat  dan mempermudah seseorang  dalam  mencapai suatu  tempat  yang  diinginkan, bahkan  suatu  objek  yang  jauh  berada di Negara lain, yang  dapat  ditempu dalam  waktu  yang  relatif singkat (Bagyono S.P, 2005).

2.3    Airport
Bandara atau Bandar udara yang juga populer disebut dengan istilah Airport merupakan sebuah fasilitas di mana pesawat terbang, seperti pesawat udara dan helikopter dapat lepas landas dan mendarat. Suatu bandar udara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landasan pacu atau helipad (untuk pendaratan helikopter), sedangkan untuk bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya seperti bangunan terminal dan hanggar (Anonim, 2010).
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization), Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.
Sedangkan definisi Bandar Udara menurut PT (Persero) Angkasa Pura I adalah lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat (Anonim, 2010).

2.4       Perusahaan Penerbangan (Airline)
    Perusahan  penerbangan  adalah  perusahaan  milik  swasta atau pemerintah yang   khusus    menyelenggarakan  angkutan udara  untuk penumpang umum,     baik yang    terjadwal    maupun    yang     tidak   terjadwal    (Damardjati, 2001).
Menurut Suwarno Widadi (2001), perusahaan penerbangan adalah usaha jasa angkutan udara yang merupakan sarana untuk mengangkut muatan dari suatu kota lain, baik dalam negeri maupun luar negeri.

2.5      Ground Handling
Ground Handling berasal dari kata Ground dan Handling. Ground artinya darat atau di darat, yang dalam hal ini di bandar udara (airport). Handling berasal dari kata dasar hand atau handle yang artinya tangan atau tangani. To handle berarti menangani, melakukan suatu pekerjaan tertentu dengan penuh kesadaran. Handling berarti penanganan atau pelayanan (services or to services). Sehingga pada banyak kesempatan, kita sering menjumpai pemakaian kata Ground Services (pelayanan darat).
Ground Handling adalah suatu kegiatan airlines yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para passanger berikut bagasinya, cargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat didarat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di airport, baik untuk departure maupun untuk arrival (Anonim, 2010).

2.6      Tiket
    Menurut Dennis Foster, tiket penerbangan adalah kontrak resmi antara sebuah maskapai penerbangan dan seorang penumpang, tiket ini memberi hak  pada pemegangnya, dengan  biaya seperti  yang tertera  dalam tiket, untuk mengadakan perjalanan pada satu penerbangan atau lebih (Sastrio, 2000). Tiket  adalah  suatu perjanjian  antara  pengangkut dan  penumpang,  berisi  tanda  pemegang  tiket dan dapat memakai jasa angkutan perusahaan penerbangan yang mengeluarkannya (Ramaini, 1992).
    Menurut Oka Yoeti (2001), macam atau jenis tiket yang banyak dikeluarkan maskapai penerbangan dibagi sebagai berikut :
1.    Menurut Operasi
a.    Domestik Flight Ticket
Yaitu tiket yang dikeluarkan oleh suatu maskapai penerbangan (airline) yang hanya berlaku untuk penerbangan dalam negeri (domestik) saja.
b.    International Flight Ticket
Adalah tiket yang dikeluarkan oleh suatu maskapai penerbangan (airline) yang hanya berlaku untuk penerbangan ke luar negeri saja.
2.    Menurut Kelasnya
a.    First Class Ticket
Yaitu tiket untuk penumpang yang menginginkan pelayanan (service) kelas satu selama dalam perjalanan.
b.    Economy Class  
Yaitu tiket yang dipergunakan oleh penumpang yang menginginkan biaya yang seekonomis mungkin dengan pelayanan (service) yang cukup memadai selama dalam perjalanan.

2.7        Reservasi  
 Menurut Tri Budhi Sastrio (2000), Reservasi adalah kesepakatan untuk menahan tempat duduk pada pesawat terbang, kamar hotel, dan produk perjalanan lainnya untuk digunakan pada tanggal tertentu. Bagi airline proses reservasi memegang peranan yang sangat penting karena merupakan pintu gerbang pertama bagi calon penumpang pada saat akan menggunakan jasa airline.
Menurut Edi Wardojo (2006), reservasi adalah keseluruhan proses pengelolaan, pendistribusian dan pemesanan persediaan tempat dalam penerbangan (inventory) beserta pencatatannya.
Bagi calon penumpang reservasi berguna untuk:
a.    Mendapatkan kepastian dalam melakukan perjalanan sesuai dengan rencananya dan kepastian untuk mendapatkan pelayanan khusus lainnya sesuai dengan pemesanan.
b.    Mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan sedini mungkin segala keperluan yang berkaitan dengan perjalanannya.

















BAB III
TINJAUAN UMUM PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES

3.1.    Sejarah Berdirinya PT. Merpati Nusantara Airlines
Merpati Nusantara Airlines memulai usahanya sebagai jembatan udara yang menghubungkan tempat-tempat terpencil di Kalimantan. Sejak berdiri, tanggal 6 September 1962, sampai sekarang, Merpati mengalami pasang surut. Merpati Nusantara Airlines yang sarat misi ini memang seringkali dihimpit masalah.
Merpati lahir berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 1962 yang menetapkan pendirian perusahaan negara perhubungan udara daerah dan penerbangan serba guna Merpati Nusantara, yang disebut juga PT. Merpati Nusantara. Perusahaan milik negara ini memiliki lapangan usaha, meliputi penyelenggaraan perhubungan udara di daerah-daerah dan penerbangan serbaguna serta memajukan segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan udara dalam arti kata yang seluas-luasnya. Maksud dan tujuannya adalah dalam rangka turut membangun perekonomian nasional di sektor perhubungan udara dengan mengutamakan kepentingan rakyat.
Awalnya, Merpati memiliki armada jenis De Havilland Otter/ DHC-3 empat unit dan Dakota DC-3 dua unit, yang merupakan pesawat hibah dari Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU). Para pilot dan teknisi dipasok dari AURI, Garuda Indonesia (dulu Garuda Indonesia Airways), dan perusahaan penerbangan sipil lainnya.
Sebagai direktur utama, ditunjuk Komodor Udara Henk Sutoyo Adiputro (1962-1966), yang membawahi hanya 17 personel. Beberapa bulan kemudian, tahun 1963, penerbangan Merpati pun tak hanya di Kalimantan, tapi juga menerbangi rute Jakarta-Semarang, Jakarta-Tanjung Karang, dan Jakarta-Balikpapan.
Tahun 1964, Merpati menerima penyerahan seluruh hak konsesi dan operasi, serta kepemilikan sejumlah pesawat bekas maskapai Belanda NV de Kroonduif dari Garuda. Pengalihan ini dilakukan, dengan alasan Garuda sedang mengembangkan kegiatan untuk menjadi flag carrier nasional dan internasional. Pesawat hibah itu adalah tiga Dakota DC-3, dua Twin Otter dan satu Beaver. Dengan armada 12 pesawat, Merpati mulai tumbuh. Penerbangannya mulai merambah Papua (Irian Jaya), Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat.
Seiring pertumbuhannya, Merpati memandang perlu untuk memperkuat armadanya dengan tambahan tiga Dornier DO-28 dan enam Pilatus Porter PC-6. Namun, beberapa pesawat sebelumnya ada yang tidak lagi dapat dioperasikan sehingga armada efektif Merpati 15 pesawat. Jumlah karyawan Merpati pun bertambah, menjadi 583 orang.
Tahun 1972, dua Vickers Vanguard memperkuat lagi armada Merpati. Wilayah operasinya pun bertambah hingga ke Kuala Lumpur dan Darwin. Merpati juga memperoleh bantuan dua Twin Otter dari Pemerintah Kanada. Pada saat itu, Merpati mengoperasikan armada 32 pesawat, yaitu empat Vicker Viscount, empat YS-11, delapan Pilatus PC-6, tiga Dornier Do-28, tujuh Pilatus Porter, tiga DHC-6 Twin Otter, satu DHC-3 Otter, dan dua Vanguard.
Tahun 1978, keluar PP, yang mempengaruhi riwayat Merpati, yaitu PP Nomor 30/1978, yang intinya mengharuskan Merpati mengalihkan modal ke Garuda Indonesia. Merpati yang menjadi anak perusahaan Garuda, tetap menjalankan penerbangan perintis, lintas batas, transmigrasi, borongan wisatawan, dan angkutan barang, serta usaha-usaha lainnya. Pola operasi Merpati memang menyelenggarakan penerbangan pada semua jaringan penerbangan dalam negeri, secara terpadu dan saling mengisi dengan Garuda.
Penerbangan perintis merupakan tantangan besar tapi mulia bagi Merpati. Namun dalam menjalankannya, Merpati mengikutsertakan sejumlah perusahaan penerbangan swasta. Seperti PT SMAC untuk melayani Sumatera Utara dan Tengah, sejak tahun 1978, dengan PT DAS untuk wilayah Kalimantan (sejak 1979), dengan PT Deraya di Kalimantan (sejak 1988), dengan PT Indoavia di Maluku (sejak 1988), dan dengan PT Asahi Mantrust di Kalimantan Timur.
Kemajuan mulai terlihat, ketika tahun 1980, Merpati memperoleh tambahan 14 C-212 dari pemerintah. Kemudian, ditambah lagi dengan pembelian empat pesawat bekas dan enam pesawat baru dari jenis yang sama. Selain itu, hanggar-hanggar pemeliharaan pesawat pun dibangun di Makassar dan Manado. Adanya tempat-tempat perawatan pesawat tersebut, merupakan awal keberhasilan Merpati beroperasi di wilayah Timur.
Tanggal 25 Juni 1986, Merpati menandatangani kontrak pembelian 15 CN-235 dari IPTN, pada saat Indonesia Air Show (IAS) yang pertama di bekas Bandara Kemayoran, Jakarta. Penyerahan pertama pesawat yang awalnya merupakan hasil kerjasama CASA dan IPTN itu hanya berlangsung akhir tahun itu juga.
Pada Mei 1989, kembali ada penggantian pucuk pimpinan Merpati. Kali ini giliran Capt. F. H. Sumolang (1989-1992) Langkah ini sebagai titik tolak realisasi integrasi penuh atau operasi terpadu Merpati ke dalam Garuda Indonesia Group. Merpati ditetapkan sebagai pendukung operasi penerbangan Garuda di tingkat domestik. Sejumlah armada Garuda pun dialihkan kepada Merpati, antara lain, enam F-28 Mk.3000, dua puluh dua F-28 Mk. 4000, dan sembilan DC-9.
Masa-masa gejolak di dalam tubuh Merpati masih berlangsung . Ridwan Fataruddin (1992-1995) yang menggantikan Sumolang, harus berhadapan dengan permasalahan kekurangan tenaga pilot, menyusul penarikan kembali armada Garuda dari tubuh Merpati. Program pengiriman calon pilot ke Australia dan Selandia Baru yang baru dijalankan, belum dapat mengatasi kekurangan tersebut. Walau di belakangan hari, pasca pemisahan Merpati-Garuda, masalah pilot ini menguak lagi.
Rencana pemisahan kembali dengan Garuda memang menimbulkan banyak masalah yang menghambat operasi Merpati. Apalagi pemisahan itu juga memberi kesempatan pada Garuda untuk menerbangi rute-rute domestik, yang sebelumnya juga diterbangi Merpati. Garuda dan Merpati pun bersaing di pasar yang sama. Persaingan semakin ketat karena sejumlah perusahaan swasta pun ikut meningkatkan frekuensi pada rute yang sama.
Pada masa itu, Merpati sempat menambah armada, dengan Fokker-100, pesanan Garuda yang dialihkan, dan B737-200. Armada yang beroperasi pun menjadi 86 pesawat, walaupun masih belum mencukupi untuk menerbangi 466 rute di lebih dari 130 kota.
Merpati mulai membenahi kinerja operasinya. Seperti, tingkat keselamatan penerbangan makin tinggi dan OTP (On Time Performance) secara perlahan merambat naik. Dengan slogan "Get The Feeling", Merpati mulai berbenah dengan serius. Tahun 1999, diumumkan bahwa Merpati meraih laba operasi, yang kedua setelah tahun 1992. Namun, tantangan dan ancaman makin kompleks. Di luar, persaingan makin ketat. Selain bermunculan airlines swasta yang baru, Merpati pun makin menancapkan keberadaannya di domestik.
3.2.   Letak dan Lokasi PT. Merpati Nusantara Airlines Cabang Manado
1.    Town Office
Terletak di Jln. Martadinata No 30 Pall 2
Manado 95127 INDONESIA
Telepon    : (0431) 842000 - 846632
Fax          : (0431) 847416
2.    Airport Office
Terletak di area keberangkatan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado
Telepon     : (0431) 814337
Fax         : (0431) 814337
Website    : www.merpati.co.id
Gambar 3.2.1 Area keberangkatan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010


3.3       Struktur Organisasi PT. Merpati Nusantara Cabang Manado
    PT Merpati Nusantara Airlines Cabang Manado dipimpin oleh seorang Branch Office Manager yang membawahi tiga Manager yaitu Accounting & Adinistration Manager, Sales & Service Manager  dan Airport Service  Manager yang membawahi masing-masing chief-nya (lihat Gambar 3.3.1)
Gambar 3.3.1 Struktur Organisasi PT. Merpati Nusantara Airlines Cabang  Manado

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
3.4    Departemen PT. Mepati Nusantara Airlines Cabang Manado
PT. Merpati Nusantara Airlines Manado memiliki tiga departemen  yang mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda. Adapun bagian-bagian atau departemennya sebagai berikut:
1.    Administration & Accounting Department
Administration & Accounting Department adalah departemen yang ada di PT. Merpati Nusantara Airlines yang menangani pengawasan atas saldo fisik kas dan bank, memeriksa dan menyetujui laporan pembayaran pajak, mengkoordinasikan penyusunan anggaran, mengelolah laporan keuangan dan manajemen, mengevaluasi hasil analisa laporan hutang dan piutang,                                        menindak lanjuti, serta membuat usulan penghapusan piutang, mengusulkan kerja tahunan, serta memeriksa dan menyetujui pembayaran atas biaya-biaya operasional perusahaan (avtur pesawat, listrik, air, dsb) juga berkordinasi dengan lembaga lain didalam dan diluar perusahaan pada bidang administrasi dan keuangan.
2.    Sales & Service Department
Sales & Service Department bertugas membuat laporan penjualan tiket,  meningkatkan volume penjualan sesuai target perusahaan, membuat ramalan penjualan untuk periode tertentu, mengatasi dan mengarahkan karyawan khususnya dibagian ticketing dan reservasi, melaksanakan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh atasan serta mengatasi keluhan dari calon penumpang.
3.    Airport Service  Department
Airport Service Department bertanggung jawab atas seluruh pelayanan operasi harian dan menangani pelayanan darat yang efisien di Bandar udara baik atas nama perusahaan sendiri maupun atas nama agen pelayanan darat dari pihak kedua. Berhubungan dengan semua departemen atau perusahaan lain dan pejabat pemerintah di Bandar udara untuk menyelesaikan semua masalah yang timbul, dan secara khusus membuat notice per aircraft movement.
 
3.5    Fasilitas - Fasilitas Pelayanan Ground Handling & Airport Station               PT. Merpati Nusantara Airlines
Seluruh fasilitas pelayanan darat dan stasiun haruslah mendukung seluruh kegiatan penanganan penumpang, muatan, kabin, toilet, dan pergerakan pesawat serta perlengkapan counter, dan fasilitas penunjang lainnya.
1.    Fasilitas pelayanan Ground Handling
1)    Fasilitas perlengkapan  untuk penangana penumpang
"    Tangga penumpang
"    Apron bus
"    Payung
"    Kursi roda
"    Counter for check-in
2)    Perlengkapan untuk muatan
"    Gerobak bagasi/ kargo
"    Container / cargo dollies
"    Forklift
"    Towing tractor
"    Conveyor belt
"    Hight lift loader
"    Catering hight lift
"    Tangga penumpang
3)    Perlengkapan untuk cabin / toilet cleaning
"    Floor cover
"    Vacuum cleaner
"    Lavatory service car
"    Fresh water service car
"    Air conditioner car
4)    Perlengkapan untuk pesawat
"    Work ladder
"    pemadam api
"    Generator elektrik
"    Gas turbine tractor
"    Air compressor
"    Aircraft towing tractor
"    Tow bars
"    First aid kid
5)    Perlengkapan counter
"    Timbangan bagasi
"    Counter table
"    Baggage conveyor
"    Komputer
"       Printer boarding pass
6)         Perlengkapan kantor
"    Tabung pemadam kebakaran
"    Komputer
"    Printer
"    Alat komunikasi internal
2.    Dokumen Stasiun
1)    Dokumen akuntansi
"    Passenger account
"    Baggage account
"    Sales report agent
"    Refund form
"    Passenger manifest
"    Cargo manifest
"    Flight intruction manifest
"    Shiping document
"    Sales draft
"    Formulir ganti rugi
"    Payment voucher
"    Formulir laporan penerimaan kas
"    Formulir distribusi dokumen
"    Formulir pembayaran makanan
2)    Stiker
"    Stiker kargo
"    Stiker bagasi
"    Stiker dangerous goods
"    Stiker handling
"    Stiker fragile
"    Stiker perishable
"    Stiker this side up
"    Stiker live animals
"    Stiker unaccompanied minor
3)    Formulir
"    Passenger information sheet
"    Load sheet
"    Actual passenger on board (APB)
"    Formulir surat pernyataan dan pembebasan tanggung jawab
"    Master copy of general declaration
"    Medical irregularity report
"    Loading instruction report
"    Formulir pernyataan pengiriman untuk binatang hidup
4)    Valuable traffic document
"    Tiket penumpang
"     Cek bagasi
"    Airway bill
"    Excess baggage ticket (EBT)
"    Prepaid ticket advice (PTA)
5)    Label
"    Label bagasi
"    Label Rush tag
"    Label limited release
"    Label ULD Container
"    Label Dangerous goods
"    Label bagasi awak pesawat
"    Cabin label
Gambar 3.5.1    Stiker Unacompanied Minor

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010

3.6    Armada  Yang Dimiliki PT. Merpati Nusantara Airlines
Selain memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan ditunjang dengan finansial yang baik, yang tidak kalah pentingnya dari keberhasilan PT. Merpati Nusantara Airlines saat ini adalah armada pesawat yang dimilikinya yang merupakan sumber pendapatan utama penghasilannya. Berikut ini adalah jumlah pesawat dan kapasitas tempat duduk yang dimiliki PT. Merpati Nusantara Airlines:
1.    2 unit B 737- seri 400 (158 seat)
Gambar 3.6.1    Pesawat jenis B 737-seri 400

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
2.    8 unit B 737- seri 300 (138 seat)
Gambar 3.6.2    Pesawat jenis B 737-seri 300

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
3.    2 unit B 737- seri 200 (117 seat)
Gambar 3.6.3    Pesawat jenis B 737-seri 200

Sumber : PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
4.    2 unit F-100 (109 seat)
Gambar 3.6.4    Pesawat jenis F-100

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
5.    1 unit ATR 72 (62 seat)
Gambar 3.6.5    Pesawat jenis ATR 72

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
6.    2 unit MA 60 (56 seat)
Gambar 3.6.6    Pesawat jenis MA 60

Sumber: PT Merpati Nusantara Airlines. 2010
7.    2 unit CN 235 (33 seat)
Gambar 3.6.7    Pesawat jenis CN 235

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010  
8.    3 unit C-212 (20 seat)
Gambar 3.6.8    Pesawat jenis C-212

Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010
9.    5 unit DHC-6 (18 seat)
Gambar 3.6.9    Pesawat jenis DHC-6
 
Sumber: PT. Merpati Nusantara Airlines. 2010






BAB IV
TINJAUAN KEGIATAN ON THE JOB TRAINING

4.1.    Tinjauan Umum On the Job Training (OJT)
Kegiatan On the Job Training merupakan salah satu mata kuliah Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) manado yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa semester IV selama 3 bulan di Industri. Oleh karena itu ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum On the Job Training tersebut dilakasanakan, yakni menyangkut persiapan baik dari Instansi ataupun dari mahasiswa itu sendiri. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
a)    Persiapan.
Mahasiswa wajib membayar biaya pendaftaran dan memasukkan nama dan semua berkas yang telah ditentukan oleh pihak akademik. Berkas-berkas yang dimasukkan tersebut akan diseleksi dan akan ditentukan oleh Pimpinan STIEPAR, nama-nama mahasiswa yang berhak mengikuti On the Job Training.
b)    Pembekalan.
Bagi mahasiswa yang terpilih mengikuti On the Job Training, wajib mengikuti pembekalan yang dilaksanakan oleh pihak  instansi selama tiga hari, mulai 23 oktober sampai 25 oktober 2009 yang dilaksanakan di Tomohon Reat-reat Center Kasuang. Pembekalan yang dilaksanakan berupa pemberian materi-materi pembelajaran dari para dosen. Materi yang diberikan adalah materi yang sudah didapat pada semester sebelumnya, tinggal diulang lagi. Selain materi, mahasiswa juga dibekali dengan motivasi dan saran-saran dari para dosen yang nantinya membantu mahasiswa menghadapi dunia kerja. Pada tanggal 28 oktober 2009 dilaksanakan evaluasi pelaksanaan pembekalan On the Job Training, dan setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengumpul laporan evaluasi pelaksanaan coaching On the Job Training. Setelah itu setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan In House Training di kampus dan diwajibkam untuk melakukan time keeping setiap jam tujuh pagi dan selesai pada jam tiga sore selama hampir dua bulan. Pelaksanaan In House Training betujuan untuk melatih mahasiswa untuk lebih disiplin pada dunia industri pariwisata.
c)    Menuju Industri (keberangkatan).
Setelah semua berkas dinyatakan lengkap, telah mengikuti pembekalan dan surat rekomendasi dari pimpinan instansi telah dikeluarkan maka tiba saatnya saya menuju industri yang diinginkan sesuai konsentrasi dengan segala berkas dan persyaratan yang ditentukan oleh pihak industri.
d)    Persiapan interview.
Apabila berkas dan persyaratan yang telah ditentukan oleh industri telah saya penuhi, maka saya tinggal menunggu panggilan untuk interview.
Interview berupa tanya jawab mengenai berkas dan persyaratan yang dibawa, mengenai industri tersebut serta aturan dan kebijakan yang berlaku di industri tersebut.
e)    Training.
Setelah proses interview selesai, saya diberikan tenggang waktu kurang lebih satu minggu untuk membuat Pas Bandar Udara untuk mempermudah keluar masuk di area Bandar Udara.
f)    Persiapan penyusunan laporan On the Job Training.
Yang dilakukan dalam persiapan penyusunan laporan ini adalah mencari dan mengumpulkan data-data dan informasi mengenai PT. Merpati Nusantara Airlines, tempat saya training baik itu informasi secara langsung, melalui buku ataupun internet.
g)    Penyusunan laporan On the Job Training.
Data-data dan informasi yang terkumpul, disusun sesuai dengan format yang telah diberikan oleh pihak Instansi berupa draft dan power point.
h)    Presentasi laporan On the Job Training.
Setelah penyusunan laporan On the Job Training selesai, laporan tersebut di presentasikan/diseminarkan didepan dosen penguji dan mahasiswa lainnya. Dalam mempresentasikan laporan ini akan ada tanya jawab antara mahasiswa peserta training dengan dosen penguji. Disini saya sebagai peserta training akan diberikan kritik dan saran demi penyempurnaan laporan tersebut.
i)    Penyusunan kembali (revisi) perbaikan laporan On the Job Training.
Laporan yang diseminarkan belum 100% selesai, tetapi masih ada tahap perbaikan laporan berdasarkan kritik dan saran dari para dosen penguji.
j)    Memasukkan perbaikan laporan On the Job Training.
Laporan perbaikan yang telah selesai direvisi, dilaporkan ke dosen penguji dan koordinator pelaksana dengan kembali memasukkan draft dan power point dalam bentuk Compact Disc.

4.2.     Tinjauan  Khusus On the Job Training
Trainee melaksanakan training di PT. Merpati Nusantara Airlines mulai dari tanggal 5 Februari 2010 sampai dengan 5 Mei 2010. Selama tiga bulan saya bertugas di Airport Service Department dan bertugas di airport office &  ground handling (check-in passenger, boarding gate) juga mengisi kekosongan jika kekurangan karyawan pada lost & found section. Trainee melaksanakan tugas di dua section yang berbeda secara bersamaan selama tiga bulan melaksanakan training. Karena pelaksanaannya berkelanjutan jika dilakukan secara terpisah maka waktu akan terbuang pada satu bagian saja.
Airport Service dipimpin oleh seorang Manager dibantu oleh masing-masing Chief  yang menggontrol beberapa section yaitu:
¢    Line Maintenance: Bertugas dan bertanggung jawab atas semua pemeliharaan dan perawatan pesawat serta menjaga segala peralatan mesin pesawat dalam keadaan baik untuk pelaksanaan pelayanan penumpang guna menjaga keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan.
¢    Flight Operation Control: Bertanggung jawab atas pelayanan terhadap pesawat, mengontrol pergerakan pesawat selama berada di apron, membuat load sheet, serta berkoordinasi dengan pilot.
¢    Operation Control Center: mengontrol seluruh kegiatan penanganan pesawat, mengawasi pergerakan dan perlengkapannya, serta bertanggung jawab atas perawatan pesawat. Untuk District Manado, OCC lebih terfokus pada jenis pesawat C-212.
¢    Ground Handling: Melaksanakan pelayanan terhadap penumpang, bagasi, cargo, pos serta melayani semua pergerakan pesawat selama berada di airport.
¢    Airport Office: Bertanggung jawab atas semua kelancaran administrasi, akuntansi, juga melaksanakan reservasi dan penjualan tiket untuk mempermudah pelayanan terhadap penumpang di airport.
¢    Catering: Bertanggung jawab atas semua pelayanan makanan dan minuman serta melayani special reques baik dari penumpang maupun kru, sehingga yang disediakan tidak kurang dan tidak juga berlebihan.

4.2.1    Kegiatan On the Job Training
1.    Airport Office
Airport office merupakan salah satu bagian yang ada di Airport yang bertanggung jawab atas semua kelancaran administrasi, akuntansi, juga melaksanakan reservasi dan penjualan tiket untuk mempermudah para penumpang yang datang langsung ke airport.
Trainee bertugas di airport office jika tidak ada penerbangan atau sebelum melakukan check-in. Berikut adalah tugas yang dilakukan trainee selama bertugas di airport office:
-    Melayani calon penumpang maupun orang yang membutuhkan informasi baik mengenai penerbangan maupun harga tiket
-    Issue passenger  ticket manual
-    Menghidupkan komputer
-    Membuat LPP (Laporan Penjualan Pasasi)
-    Menerima telepon
-    Memeriksa e-mail
-    Menerima reservasi baik penumpang yang datang langsung maupun melalui telepon
-    Issue ticket ID manual
-    Menyimpan arsip baik passenger manifest, stowing check list, load sheet, APB, ticket EBT, dan dokumen penting lainnya
-    Mengirim dan menerima telex
-    Mengecek daftar nama penumpang dalam system
-    Menghubungi calon penumpang jika terjadi perubahan jadwal ataupun penundaan penerbangan
-    Membantu pimpinan dan relasi dari pimpinan yang mau berangkat, baik menggunakan penebangan Merpati juga penerbangan perusahaan lain
-    Menjalankan segala perintah dari atasan sesuai dengan prosedur dan kemampuan yang dimiliki
-    Menjaga kebersihan ruangan kantor

2.    Ground Handling
Ground handling atau Pramugari darat adalah suatu pekerjaan dalam rangka mempersiapkan keberangkatan dan kedatangan pesawat terbang di bandar udara. Tujuan pelayanan ground handling agar keberangkatan dan kedatangan penumpang, bagasi, cargo dan surat pos (mail) dengan menggunakan pesawat terbang berjalan aman, lancar dan nyaman. Trainee melaksanakan tugas yaitu pada dua section yaitu check-in counter & boarding gate. Adapun tugas-tugas yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)    Check-in counter
-    Menyiapkan label dan dokumen dalam proses check-in
-    Memeriksa persedian dokumen yang diperlukan
-    Menghidupkan komputer
-    Memeriksa printer apakah dalam keadaan yang baik
-    Membuka sistem tikAERO
-    Melihat jumlah penumpang dalam satu penerbangan
-    Print passenger manifest
-    Print seat plan
-    Jika semua persiapan selesai check-In open sesuai waktu yang ditetapkan dan diinformasikan kepada penumpang
-    Mengambil tiket dari penumpang
-    Check-in penumpang sesuai class
-    Menanyakan dan memeriksa  kartu identitas
-    Menanyakan penumpang jika ada bagasi dan berapa koli
-    Menulis jumlah berat bagasi sesuai yang tertera pada timbangan
-    Menanyakan apakah terdapat barang berharga maupun barang berbahaya ada didalam bagasi penumpang
-    Print boarding pass
-    Menyerahkan boarding pass dan label bagasi kepada penumpang
-    Ucapkan terima kasih kepada penumpang
-    Mengarahkan penumpang untuk membeli airport tax dan menunggu di ruang tunggu yang terdapat di lantai dua, sambil menunggu informasi selanjutnya
-    Menangani penumpang go show
-    Mengoffload penumpang
-    Membuat Actual Passenger On Board (APB)
-    Jika semua penumpang sudah naik ke dalam pesawat, serahkan APB kepada cabin crew dan pada kapten
-    Mengumpul semua dokumen yang dipakai untuk dijadikan arsip
-    Membersihkan dan merapihkan kembali counter check-in
b)    Boarding gate
-    Menghubungi bagian informasi unptuk membuat pengumuman agar penumpang segera masuk ke ruang tunggu keberangkatan
-    Bekerja sama dengan security untuk boarding gate handling
-    Menyobek salah satu bagian boarding pass dan airport tax
-    Melakukan pemeriksaan kartu identitas jika ada intruksi dari atasan
-    Mengarahkan penumpang untuk masuk kedalam ruang tunggu keberangkatan
-    Memeriksa jika ada barang bawaan yang tidak bisa dijadikan bagasi kabin, kemudian memberikan label bagasi
-    Memeriksa jumlah penumpang apakah sudah sesuai dengan jumlah penumpang yang ada dalam manifest  berangkat
-    Mengecek kembali nama dan jumlah penumpang, apakah sudah sesuai dengan boarding pass yang disobek
-    Menghubungi bagian informasi untuk menginformasikan boarding
-    Memeriksa barang bawaan penumpang, jika ada barang bawaan yang terlalu besar, harus diberi label bagasi dan potongan labelnya diberikan kepada penumpang
-    Memuat ex-cabin baggage kedalam baggage compartment
-    Mengarahkan penumpang untuk naik ke dalam pesawat melalui garbarata
-    Jika pesawat parkir manual, arahkan penumpang ke apron bus untuk diantar kepesawat
-    Membantu membawakan barang bawaan penumpang jika diperlukan
-    Memberikan bantuan pada penumpang, jika ada penumpang yang sakit ataupun  penumpang cacat yang menggunakan kursi roda

4.2.2    Standard Operational Procedure (SOP) dan Job Description
1.    Airport Office
Salah satu keberhasilan dalam  kemajuan perusahaan pada saat ini adalah sistem teknologi informasi yang digunakan dalam beroperasi, dan PT. Merpati Nusantara Airlines menggunakan aplikasi sistem tikAERO untuk menjalankan semua kegiatan usahanya mulai dari administrasi, keuangan, pemasaran sampai dengan pelayanan penumpang di Bandar udara.
Berikut ini adalah cara online sistem tikAERO PT. Merpati Nusantara Airlines. Dalam sistem tikAERO akan tampil menu-menu sebagai berikut: Availability, Activities dan Remarks, Booking Search, New Booking, Passenger Search, Client Profile Search, Encoding and Decoding, Calender, Calulator, Print, Exit tikAERO.
a)    Cara Melakukan Reservasi Booking
Untuk menghindari data hilang pada saat proses printing ticket (slow response, mati lampu), sebelum printing ticket agar setiap reservasi harus sampai tampil Code Booking terlebih dahulu.dengan cara sebagai berikut:
-    Klik : Menu Search Flight Availability pilih penerbangan/class pada daftar ketersediaan penerbangan (ketik rutenya dengan memilih From (dari mana), To (kemana)
-    Pilih tanggal penerbangan dengan menyesuaikan permintaan penmpang
-    Tentukan jumlah dari setiap tipe penumpang (adult, child, inf)
-    Klik: Search (maka akan tampil daftar harga dan kelas yang tersedia mulai yang paling murah sampai termahal)
-    Klik Book maka bookingan baru yang ditampilkan akan muncul
-    Isi dan lengkapi data penumpang dan klik Ok
-    Isi dan lengkapi data menu Booking Details dan klik Save
-    Maka secara otomatis Booking Reference akan muncul disisi kanan atas pada tampilan Booking
b)    Cara Melakukan Reservasi Group Booking
-    Klik : Menu search flight availability, pilih penerbangan/class pada daftar ketersediaan penerbangan. Ketik  rutenya dengan memilih From (dari mana), To (kemana)
-    Pilih Tanggal penerbangan dengan menyesuaikan permintaan penumpang
-    Tentukan jumlah dari setiap tipe penumpang
-    Klik: Group Booking
-    Klik: Search (maka akan tampil daftar harga dan kelas ketersediaan)
-    Klik Book maka bookingan baru yang ditampilkan akan muncul
-    Isi dan lengkapi data menu passengers names dan klik Ok
-    Isi dan lengkapi data menu Booking Details dan klik Save
-    Maka secara otomatis Booking Reference akan muncul disisi kanan atas pada tampilan Booking
c)    Cara Mencari PNR/Menarik Code Booking
-    Klik : Menu Pasenger Search, kemudian isi semua kolom rute, tanggal, nama penumpang, dan kolom pengisian kode bookingan. Kemudian klik Search. Maka akan tampil PNR data penumpang
d)    Cara Melakukan Pemisahan Code Booking
-    Tarik Code Booking
-    Klik Pemisahan Bookingan (pojok kanan bawah). Akan tampil daftar penumpang, pilihlah/Block salah satu nama penumpang yang akan di Split.
-    Isilah kolom Received from dengan data pax yang melakukan RQ
-    Klik Ok dan Save
e)    Cara Melaktukan Pembatalan Code Booking
-    Tarik Code Booking
-    Pilih jalur Penerbangan lalu klik Change
-    Pilih Cancel Segment dari kotak dropdown
-    Klik Save (Bookingan otomatis akan tercancel)
f)    Cara Merubah Rute Penerbangan
-    Tarik Code Booking
-    Pilih jalur Penerbangan lalu klik Change
-    Pilih Cancel Segmet dari kotak dropdown
-    Klik Availability. Pilih rute dan tangal penerbangan (dengan menyesuaikan dengan permintaan penumpang)
-    Klik Ok dan Save (Bookingan tersebut otomatis akan berubah tanggal)
g)    Cara Refund Ticket
-    Tarik Code Booking
-    Terlebih dahulu cancel Code Bookingan
-    Dari Tampilan Booking, pilih TAB Ticket, Fees and Payments
-    Klik : Details. Passenger Ticket Details akan ditampilkan
-    Klik : Edit Charge untuk memasukm Refund Charge dan klik Refund ticket
-    Klik Yes, ET Indicator akan diganti dari O ke R
-    Klik Ok dan Save, maka bookingan tersebut akan otomatis refund
h)    Cara Mengisi Tiket Manual
Selain melakukan reservasi dan mengeluarkan tiket secara online, PT. Merpati Nusantara Airlines juga masih menggunakan tiket manual. Berikut adalah cara pengisian tiket:
-    Name of passenger diisi nama penumpang yang sebenarnya, garis miring dan sebutan yang sesuai (mrs, mr, master, chd, inf)
-    Not valid before diisi kapan tiket tersebut dapat digunakan
-    Not valid after diisi tanggal tiket ini tidak berlaku (masa berlaku tiket)
-    Kolom rute from (diisi nama kota berangkat dengan lengkap, to ( diisi nama kota tujuan dengan lengkap
-    Fare class diisi sesuai dengan yang dikeluarkan oleh kantor pusat
-    Flight diisi nomor penerbangan dimana yang bersangkutan dibukukan. Terdiri dari kode MZ (untuk Merpati Nusantara) diikuti dengan nomor penerbangan (terdiri dari tiga sampai dengan empat angka)
-    Date, tanggal keberangkatan pesawat penerbangan
-    Time, jam keberangkatan pesawat/penerbangan
-    Satus diisi OK (jika ada kepastian pembukuan), RQ (jika belum ada kepastian pembukuan)
-    Free of charge pemberian bagasi cuma-cuma sesuai dengan kelas dan ketentuan yang diberlakukan
-    Chkd  weight  diisi oleh pegawai station handling
-    Cabin WT (from, to) diisi tiga huruf stasiun keberangkatan dan tujuan
-    Fare diisi tarif sesuai dalam rupiah (IDR)
-    Fare calculation diisi dengan didahului huruf IDR
-    Equivalent amont paid diisi tarif dalam nilai mata uang asing jika pembayaran dilakukan dalam mata uang asing
-    Airport tax dipungut langsung oleh pengelola airport atau ketetapan lain yang berlaku
-    Ins (IW-asuransi) berlaku hanya pada penerbangan domestik
-    Pajak pertambahan nilai (PPN) 10%  dari tarif dan hanya beraku pada penerbangan domestik
-    Jumlah total adalah kalkulasi dari ID, PPN,IW,WQ
-    Form of payment diisi Cash jika pembayaran secara tunai dan Credit jika pembayaran secara kredit
-    Issue in connection with (form & serial number) diisi nomor jenis dokumen dan nomor seri
-    Issued in exchange for/original issue diisi sandi 2 huruf dari perusahaan penerbangan yang mengeluarkan dokumen
-    Place diisi nama kota (sandi 3 huruf) tempat dokumen di buat
-    Date diisi tanggal, bulan dan tahun dokumen di buat

2    Ground Handling
a)    Standart check-in
Ketika melakukan check-in dokumen perjalanan dan kartu identitas penumpang harus diperiksa secara teliti untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan
Prosedur check-in harus diikuti secara seksama dan sebagai panduan check-in di stasiun adalah:
-    Beri salam pada penumpang yang akan melakukan check-in
-    Tanyakan dengan sopan dokumen perjalanannya ( seperti tiket, kartu identitas dan dokumen lainnya)
-    Memeriksa apakah nama yang ada pada tiket sesuai PNR pada sistem
-    Memeriksa tariff, validity, status reservation, dan tanyakan tujuan terakhirnya
-    Mempersilahkan untuk meletakan bagasinya pada timbangan
-    Penumpang yang namanya ada dalam passenger manifest lebih diutamakan
-    Yakinkan semua bagasi sudah diberi label sesuai dengan label stasiun yang di tuju
-    Setiap tas tangan harus diberi label kabin
-    Jumlahkan barang-barang bawaan yang bebas bayaran
-    Setiap penumpang hanya diisinkan untuk membawa satu bagasi kabin saja
-    Tempelkan setiap potongan label bagasi pada sampul tiket atau pada boarding pass
-    Tulis total berat dan nomor bagasi yang sudah diperiksa
-    Jika bagasi dari penumpang melebihi jumlah berat bagasi cuma-cuma maka mintalah penumpang untuk membayar kelebihan bagasi
-    Jika ada kelebihan bagasi  buatlah EBT
b)    Penarikan biaya bagasi lebih
-    Pembayaran bagasi lebih harus ditarik seluruhnya sampai pada tujuan akhir penumpang, kecuali bila penumpang menghendaki pembebanan sampai dengan tempat pemberhentian, dan selanjutnya diperhitungkan lagi
-    Harga yang ditetapkan pada pedoman tarif penumpang
-    Segala usaha harus dilakukan untuk menarik seluruh biaya dari penumpang
-    Hanya dalam kondisi tertentu penumpang dapat pengurangan potongan biaya
-    Biaya bagasi lebih harus dibayar sebelum penumpang memulai perjalanannya
-    Tiket bagasi lebih harus diterbitkan untuk setiap transaksi dimana transaksi telah dilakukan
-    Tidak dikenakan biaya untuk bagasi yang kurang dari 5 kg dari bagasi cuma-cuma
c)    Penanganan penumpang terlambat check-in
-    Untuk keperluan penyelesaian pasasi, para penumpang diwajibkan melapor dibagian pasasi selambat-lambatnya pada waktu yang telah ditetapkan. Apa bila penumpang 25 menit sebelum penutupan manifest untuk pesawat berbadan kecil dan 40 menit untuk pesawat berbadan besar, agar dilakukan pemanggilan
-    Nama penumpang dengan demikian dapat dicoret dan diganti dengan penumpang lain (cadangan) setelah dilakukan pemanggilan tiga kali dan juga belum datang melapor pada check-in counter
-    Penambahan penumpang pada saat-saat terakhir hanya dapat dilakukan bila jelas tidak akan menyebabkan suatu kelambatan keberangkatan pesawat udara
-    Kepada penumpang yang terlambat melapor (dan terpaksa ditolak karena tak mungkin lagi diselesaikan keberangkatannya) perlu diberikan penjelasan akan sebab penolakannya
d)    Prosedur naik ke pesawat udara
-    Jika awak kabin sudah siap untuk menerima penumpang, maka para penumpang dipanggil kedepan borading gate untuk bersiap naik ke pesawat
-    Untuk menghindari penumpukan penumpang di garbarata atau di gang kabin pesawat atau dibawah tangga pesawat, agar dilakukan boarding secara berurutan
-    Biasanya penumpang dipanggil berurutan berdasarkan baris tempat duduk dipesawat
-    Jika boarding hanya melalui satu pintu depan saja, penumpang yang duduk di bagian belakang agar naik terlebih dahulu
-    Proses dapat dirubah, jika ada pintu tambahan lain yang dipakai dan penumpang diatur sebagai mana mestinya
-    Penumpang business class harus mendapatkan prioritas utama
-    Keluarga dengan anak-anak, incapacitated, unaccompanied minor, harus naik terlebih dahulu naik dari penumpang lain dan diberikan bantuan maksimum oleh petugas agar mereka sampai ke dalam pesawat beserta barang bawaannya
-    Jika memakai garbarata, penumpang harus bisa sampai dipesawat tanpa masalah tanpa perlu diantar
-    Jika pesawat diparkir jauh dan cuaca dalam keadaan buruk, penumpang harus diantar dengan menggunakan apron bus

4.3    Hubungan Kerjasama antara Section
4.3.1    Kerjasama  Airport Office dengan Section Lain
1.    Dengan Ground Handling
     Pelaksanaan tugas pelayanan terhadap penumpang, bagasi dan pelayanan kargo serta menerima complain
     Memberikan informasi jumlah penumpang yang on board
2.    Dengan Flight Operation
     Memberikan informasi jadwal penerbangan dan rencana penerbangan serta perubahan jadwal
3.    Dengan Operation Control Center
     Menginformasikan keadaan pesawat, apakah dalam keadaan baik dan siap beroperasi
     Menginformasikan posisi dari pesawat udara yang akan digunakan
4.    Dengan Catering
     Menginformasikan tentang jumlah penumpang dan special request
     Menangani semua permintaan dan memberikan bantuan baik dari penumpang maupun cabin crew
5.    Dengan Line Maintanance
     Memperoleh jumlah bahan bakar yang akan digunakan dalam satu penerbangan
     Menginformasikan kondisi dari pesawat terbang yang akan digunakan

4.3.2    Kerjasama  Ground Handling  dengan Section  Lain.
1.    Airport Office
     Dalam proses penanganan penumpang, ground handling mengarahkan penumpang untuk melakukan pembayaran EBT  kepada airport office
     Saling berkordinasi dalam hal pelayanan penumpang dibandara dan dalam mengolah data administrasi
2.    Dengan Flight Operation
     Bertukar informasi dalam penanganan operasi darat
      Ground handling selalu harus melaporkan jumah penumpang, bagasi dan kargo untuk dimasukkan dalam loadseat
     Saling bertukar informasi dalam penanganan penumpang
3.    Dengan Operation Control Center
     Mendapatkan informasi tentang kondisi pesawat udara
     Mendapatkan informasi tentang perawata pesawat udara
4.    Dengan Catering
     Mendapatkan informasi tentang jumlah persediaan makanan dan minuman
     Saling berkordinasi mengenai special meals
5.    Dengan Line Maintenance
     Mendapatkan informasi mengenai pesawat yang akan digunakan dan kondisi dari pesawat tersebut

4.4    Masalah-masalah dan Solusinya
4.4.1    Airport Office
    Masalah-masalah yang dihadapi trainee selama melaksanakan training di airport office, yaitu:
     Sulit mempelajari reservation system dalam waktu singkat
     Jumlah karyawan yang bertugas pada airport office sedikit, sehingga susah mencari bimbingan karena semua konsentrasi pada pekerjaan masing-masing
    Untuk menyelasaikan masalah-masalah diatas, maka hal-hal lakukan sebagai berikut:
     Trainee mempelajari reservation system jika tidak ada penerbangan dengan dibantu oleh karyawan lain yang dalam keadaan tidak sibuk
     Trainee biasanya mencari perhatian para karyawan dengan menawarkan bantuan, sehingga dengan sendirinya bisa mempelajari apa tugas dan tanggung jawab di airport office

4.4.2    Ground Handling
    Masalah-masalah yang terjadi di Ground handling selama training, yaitu:
     Kurangnya kerja sama yang baik antara petugas di masing-masing section sehingga sering kali terjadi tidak ada petugas pada salah satu posisi
     Pada awal melaksanakan training, trainee sempat membuat kesalahan yaitu tidak masuk kerja pada hari minggu padahal sudah dihubungi sebelumnya dan trainee sudah menerima tugas itu akan tetapi tidak datang sehingga Station Manager pada saat itu sangat marah
     Jam kerja yang tidak beratura dan jam kerja trainee pada waktu subuh, sehingga sering kali merasa ngantuk sementara menangani penumpang
     Pada awal training para karyawan kurang memberikan kepercayaan pada trainee, karena mungkin menganggap remeh dengan kemampuan dan keahlian yang trainee miliki
    Adapun hal-hal yang dilakukan untuk meyelesaikan masalah-masalah diatas adalah:
     Trainee sering kali berpindah-pindah tugas untuk mengisi kekosongan yang ada
     Untuk menghindari agar tidak mengantuk dan merasa bosan dalam bekerja, trainee mengatasinya dengan menyibukkan diri dengan menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan kepada trainee
     Trainee mengatasinya dengan menunjukkan kemampuan yang dimiliki dan berupaya menunyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan baik dan penuh kesadaran

4.5    Kendala dan Keberhasilan
4. 5.1     Kendala
Kendala yang dialami trainee saat melaksanakan training adalah
     Penggunaan bahasa asing yang disadari trainee masih kurang baik sehingga pernah terjadi miss communication dengan orang asing
     Waktu yang diberikan untuk training sangat singkat, sehingga memerlukan ketelitian dan konsentrasi yang baik dalam penanganan penumpang di airport
     Kurangnya tanggung jawab dan rasa memiliki dari karyawan sehingga seringkali menunjukkan sikap yang buruk bahkan didepan penumpang sekalipun

4.5.2      Keberhasilan
     Trainee mendapatkan pengetahuan yang lebih bagaimana menangani penumpang dan calon penumpang dengan baik dan bagaimana memberikan pelayanan yang semestinya kepada penumpang
     Trainee lebih profesional dalam bekerja dan dalam hal penanganan penumpang baik penumpang yang berangkat maupun penumpang yang tiba
     Mampu bersikap ramah dan sopan pada tamu dan karyawan atau senior maupun orang-orang yang ada disekitar Trainee. Trainee juga bisa bekerja sama kembali dengan teman-teman trainee pada PT. Merpati Nusantara Airlines


BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Industri  pariwisata telah memberikan kontribusinya terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan budaya bangsa. Bertambahnya kesempatan kerja sehingga akan dapat mengurangi pengangguran, meningkatkan penerimaan pendapatan nasional, semakin besarnya penghasilan pajak serta keadaaan sosial masyarakat yang terlibat di dalam sektor pariwisata ini akan semakin baik.
Salah satu industri pariwisata yang ada yaitu perusahaan penerbangan (airline). Perusahaan penerbangan atau airline merupakan badan usaha jasa angkutan udara yang mengoperasikan pesawat terbang sebagai sarana untuk mengangkut muatan dari satu kota ke kota lain, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Muatan yang diangkut antara lain yaitu, penumpang, barang/cargo, dan benda - benda pos. Dewasa ini perkembangan industri airline di Indonesia meningkat begitu pesat. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan sumber daya yang terdidik dan paham di bidang airline.
Trainee memilih PT. Merpati Nusantara Airlines sebagai tempat melaksanakan On the Job Training karena perusahaan ini mampu bertahan dalam industri penerbanan walaupun sering kali terjadi gejolak didalam dan luar lingkup perusahaan. Banyak hal yang trainee dapatkan baik ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berharga yang tidak di dapatkan ditempat lain.
5.2    Saran
5.2.1    PT Merpati Nusantara Airlines Manado
     Lebih ditingkatkan lagi kwalitas pelayanan terhadap penumpang sehingga para penumpang akan menggunakan kembali jasa penerbangan Merpati
     Menambah fasilitas pelayanan penumpang sehingga para penumpang merasa terpuaskan
     Meningkatkan performa kerja dari karyawan
     Mempehatikan penampilan para karyawan
     Memberikan kesempatan belajar bagi para karyawan untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam dunia penerbangan
     Memberikan penghargaan bagi karyawan yang baik dan berprestasi dalam bekerja
     Memperhatikan kesejahtraan para karyawan

5.2.2    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Manado
     Sebaiknya pemberian materi Coaching On the Job Training bukan hanya terpaku pada jurusan perhotelan, tetapi juga pada jurusan yang lain.
     STIEPAR Manado sekarang telah berubah menjadi Perguruan Tinggi yang sangat terkenal dibidang pariwisata, oleh karena itu trainee mengharapkan STIEPAR Manado bisa mempertahankan kepopuleran itu dengan menambah sarana dan prasarana belajar dikampus dan meningkatkan proses belajar mengajar dikampus.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Definisi Bandara. Disadur dari http;//bandara.web.id.
Anonim, 2010. Ground handling. Disadur dari google search.
JKTCSMZ, 2008.Pedoman Stasiun. Merpati. Jakarta
Bagyono, 2005. Pariwisata dan Perhotelan. Alfabeta, Bandung.
Damardjati, R., 2006. Istilah - istilah Dunia Pariwisata. Pradnya Paramita, Jakarta.
Kindangen M, 2008. Sari Mata Kuliah Tata Operasi Darat. STIEPAR, Manado.
Samsunidjal D dkk, 1997. Peluang di Bidang Pariwisata. Mutiara Sumber Widya,    
Jakarta.
Pendit Nyoman, 2006. Pengantar Ilmu Pariwisata. Pradnya Paramita, Jakarta
Wahab, S., 1975. Tourism Management. Tourism International Perss, London
Yoeti A., 2006. Tour and Travel Management. Pradnya Paramita, Jakarta.









ISTILAH - ISTILAH

AGEN- RAM
Orang yang mengawasi dan mengkoordinasikan tugas-tugas pelayanan operasi darat ditempat parkir pesawat, baik pada waktu kedatangan maupun waktu pemberangkatan
AIRCRAFT CONFIGURATION
Gambar/denah bagian dalam kabin pesawat sesuai dengan rencana penjualan tempat duduk
AIRPORT-DEPARTURE
Bandar udara pemberangkatan terakhir, dengan nomor penerbangan yang sama
ARPORT-DESTINATION
Bandar udara sebagai tujuan terakhir dari suatu penerbangan
AIRPORT OF ORIGINAL
Bandar udara awal tempat dari suatu penerbangan
AIRWAYBILL
Surat muatan udara dibuat oleh atau atas nama pengirim barang sebagai bukti kontrak antara pengirim dan pengangkut, untuk mengangkut barang melalui rute si pengangkut
BAGGAGE
Disebut juga luggage yakni barang-barang milik penumpang yang di bawa sebagai keperluan dalam perjalanan atau barang spesifik baik sebagai bagasi tercatat atau barang bawaan kabin
BAGGAGE-CREW
Bagasi milik awak pesawat yang bertugas dengan tanda pengenal khusus
BOARDING
Disebut juga embarkasi, yakni waktu penumpang naik ke pesawat udara
CABIN
Ruagan dimana tempat duduk penumpang terpasang
CARGO
Barang-barang yang dibawa dalam pesawat yang dilindungi dengan Airwaybill
CARGO-SERVICE
Barang-barang milik perusahaan yang diangkut/bawa dalam pesawat
CARRIERS
Angkutan udara yang mengeluarkan tiket atau SMU dan semua pengangkut yang mengangkut atau membawa penumpang dan atau bagasi yang berhubungan dengan segala keentuan angkutan udara
CATEGORY
Jenis isi dari muatan
CLASS
Pemisahah/pengelompokan penumpang menurut fasilitas dan pelayanan yang di berikan
COCKPIT
Bagian dari pesawat sebagai tempat dimana pesawat tersebut dapat dikemudikan
COMPANY-HANDLING
Perusahaan/organisasi yang ditugaskan/ditunjuk oleh perusahaan penerbangan untuk melaksanakan sebagian dari pelayanan darat
ENROUTE
Disebut juga melalui yaitu pergerakan antara titik keberangkatan atau hingga titik tujuan
FLIGHT
Operasi penerbangan sebuah pesawat antara dua tempat atau lebih
FUEL TAKEOFF
Bahan bakar yang terpakai sebelum lepas landas
FUELING
Pengisian, pengurangan bahan bakar, kalibrasi terjadi bahan bakar, tes aliran bahan bakar, dan pengosongan tengki bahan bakar
GALLEY
Bagian integral dari pesawat dimana dapur pesawat dan muatan ditempatkan
GENERAL DECLARATION
Dokumen standard yang memuat beberapa rincian dari sutu penerbangan yang diperlukan untuk izin dari badan pemerintah dalam beberapa negara
HARDCOPY
Salinan yang dicetak dari teks elektronik
INTERLINE
Pemindahan dari suatu perusahaan penerbangan ke perusahaan penerbangan yang lain
JOINING
Naik ke pesawat atau memuat muatan di statiun persinggahan
LOAD CONTROL
Fungsi untuk memastikan kapasitas daya angkut terpakai secara maksimal dan pendistribusian berat muatan yang memenuhi syarat keselamatan sesuai operasional
LOADING
Menaikkan muatan atau ULD ke pesawat sesuai ketentuan loading instruction
LOAD SHEET
Loadsheet yang lengkap terdiri dari seluruh data berat berhubungan dengan suatu penerbangan, antara lain: berat pesawat, awak pesawat, pantry, bahan bakar, bagasi, kargo dan surat pos, juga berisikan rincian distribusi muatan di pesawat jika diperlukan
MAIL
Jenis barang yang diangkut berdasarkan Konvensi Pos International
MANIFEST PASSENGER
Dokumen muatan yang berisi daftar nama penumpang yang diangkut oleh pesawat
MESSAGE
Dimaksud sebagai otak yang paling cepat yang dipakai untuk mengirim berita mengacu pada SITA telex atau data printer
MOVEMENT
Kedatangan atau keberangkatan sebuah pesawat
PASSENGER CLOSE OUT TIME
Waktu dimana sudah tidak bisa menerima penumpang untuk diangkut dalam suatu penerbangan
PAYLOAD
Berat dari penumpang, bagasi, kargo dan angkutan pos dan termasuk muatan yang dikenakan biaya administrasi dan bebas biaya
REAL TIME
Sistem komputer yang memproses masukan dan respon dengan cepat atau dalam beberapa detik
REGISTRATION AIRCRAFT
Huruf/angka yang unik yang ditentukan untuk sebuah pesawat terbang
SEATING
Prosedur dimana penumpang memperoleh tempat duduk, bisa bebas ditentukan atau dipilih
SECTOR
Disebut juga 'leg' yaitu jarak antara dua pemberhentian yang berurutan sesuai jadwal penerbangan
SYSTEM
Metode otomatis, termasuk peralatan dengan program-program untuk melaksanakan fungsi seperti pembukuan, berat, keseimbangan pesawat dan sebagainya
TRAFFIC
Aktifitas pengangkutan penumpang, bagasi, kargo, dan angkutan pos
TRANSFER
Traffic yang tiba dari suatu penerbangan dan diteruskan dengan penerbangan lainnya dari perusahaan yang sama atau perusahaan lain dengan batas waktu tertentu
TRANSIT
Traffic yang tiba dari suatu penerbangan dan dilanjutkan dengan penerbangan yang sama
UNIT LOAD DEVICE
Tempat memuat barang lepas secara berurutan menjadi suatu kesatuan untuk di muat ke dalam pesawat sebagai satu unit
VERSION
Untuk mengetahui konfigurasi pesawat berikut dengan rincian peralatan yang diangkut
WEIGHT BASIC
Berat dasar adalah berat kosong atau berat pesawat termasuk peraturan-peraturan tetap, sistem zat car/gas, sisa bahan bakar dan konfigurasi peralatan termasuk struktur galley

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar